Pemuda Zaman Now Mesti Sadar Politik, Cukup Orang Tua Aja yang Mabuk Politik

17.32 Add Comment

Orang tua memang menyebalkan. Sejarah sudah mengemukakan jika setiap generasi rasanya selalu merendahkan generasi yang lebih muda. Selalu, memang. Sama seperti kita yang doyan ceriwis ke adik-adik  yang masih kita anggap ingusan. “Kasihan ya anak zaman sekarang, mainnya sama gadget melulu, nggak kenal asyiknya Eva Arnaz main gundu.“

Apa benar kasihan? Padahal lahir-batin mereka mungkin bahagia kok. Kita saja yang tidak sadar diri jika dulu juga dibegitukan oleh orangtua kita,”Kasihan ya anak zaman sekarang, nggak kenal serunya deg-degan ditembaki militer di jalanan cuma gara-gara pakai tato atau pernah nongki-nongki bareng preman pasar.”

Masing-masing dari kita semua sejatinya hanyalah kids zaman now bagi generasi sebelumnya.

Senioritas mendarah daging bersamaan bertambahnya usia. Pemuda bukan cuma dipandang remeh bak rempeyek, namun juga dimanfaatkan sedemikian rupa. Makanya kita senantiasa dijauhkan dari kesempatan mengambil keputusan. Coba lihat pemegang kekuasaan (baca: elit partai /pejabat negara), kebanyakan isinya om-om buncit yang kenyang kepentingan. Celakanya, kita pasrah saja diasingkan lewat gaya hidup konsumtif atau disesatkan dengan kebanggaan atas ketidaktahuan.

Padahal sejarah juga sudah mengemukakan jika cuma anak muda yang sanggup membuat perubahan.

Advertisement

Tadinya saya sudah ancang-ancang akan cerita panjang lebar perihal keterlibatan kaum muda di sejarah Indonesia. Tapi ini masih momen Sumpah Pemuda, jadi niscaya sudah berbondong-bondong media yang bikin konten tentang itu. Daripada mengulang-ulang dan bikin ngantuk, saya langkahi saja. Setidaknya kamu sudah pernah dengar Budi Utomo, Peristiwa Rengasdengklok, Penjungkalan suharto (s-nya kecil, yes!) di tahun 1998, dan… ah, saya rangkum saja dengan mengutip wawancara terakhir—kebetulan dengan majalah Playboy dan Happy Salma, waduh—dari Pramoedya Ananta Toer:

”Saya percaya, sejarah Indonesia itu sejarah angkatan muda. Angkatan tua itu jadi beban.”

.

.

.

Lalu sejak kapan anak muda jadi lemah gemulai begini???

Sejak suharto menyerang.

Dengan sangat taktis, pemuda di zaman Orde Baru dikonstruksi ulang. Dari era inilah kita kenal istilah “remaja”. Dalam Solo in the New Order, antropolog bernama James Siegel menukaskan bahwa “remaja” punya selera dan aspirasi tertentu yang dibentuk beda dengan “pemuda”. Kamu pasti bisa ‘kan membedakan kesan istilah “pemuda” dan “remaja”? Mendengar kata “pemuda”, kita jadi ingat demonstrasi, idealisme, tekad baja, pekik kemerdekaan, Soe Hok Gie, dan sebagainya. Sementara apa kesan yang keluar dari kata “remaja”? Pacaran, tawuran, seks bebas, rental playstation, Bastian Steel, dan segala saripati Si Boy Anak Jalanan. Miriz, pakai “z”.

Selain sengaja dibentuk, anak muda zaman sekarang cenderung abai dan apolitis juga karena pemerintahannya porak poranda. Sedari belajar membaca koran atau menonton berita, kita jadi saksi bagaimana menjenuhkan dan tidak tahu malunya jagat politik. Imajinasi terhadap kata “politik” hampir sama dengan imajinasi pada kata “Yolanda”. Nista dan tercela. Politikus adalah profesi (?) paling antagonis di semesta raya. Walau sebenar-benar-benarnya sama-sama penuh tipu muslihat dan harapan palsu, tapi panggung entrepreneur atau pentas pencarian bakat idol-idol itu jauh lebih menarik bagi kawula muda daripada ajang politik. (Hebatnya, Anang Hermansyah dan Ahmad Dhani mencoba semuanya.)

Memangnya sepenting apa anak muda harus peduli dengan politik?

Merebut reformasi via arsipindonesia.com

Setidaknya ada tiga jenis anak muda dalam relasinya dengan kesadaran politik. 1) Mereka yang sadar politik. 2) Mereka yang apolitis. 3) Mereka yang tidak tahu tapi merasa tahu.

Jelas bahwasanya golongan pertama adalah varietas unggul sementara golongan ketiga harus dibasmi sekarang juga. Bagaimana dengan yang kedua? Problemnya, tidak mungkin untuk seseorang dalam sebuah masyarakat benar-benar lepas dari politik. Menurut Aristoteles, politik dalam esensinya adalah upaya untuk mewujudkan kebaikan bersama. Kebijakan politik berdampak dan melibatkan seluruh aspek kehidupan kita.

Contoh sederhana, kita semua punya suara dalam pemilu. Golput bukan berarti netral. Mau tidak mau kita sudah terikat dalam pemetaan perebutan kuasa. Salah satu—dari sekian banyak—asumsi tentang terpilihnya Donald Trump menjadi presiden adalah karena banyak generasi muda Amerika Serikat yang memilih golput. Padahal arek-arek ini adalah batu penarung terbesar Trump. Mereka punya personalitas yang cenderung lebih alergi dengan tabiat dan janji-janji Trump, tapi sayangnya mereka ternyata juga tidak mau mendukung kompetitornya. Durian runtuh untuk Trump dan tim suksesnya tahu itu.

Di pemilu 2014 kemarin pun situasinya sebelas-duabelas. Sebagai orang Jogja, kuliah sosial politik di UGM, dan mesra dengan dunia seni-budaya, latar belakang saya adalah tipikal pemilih Jokowi. Jika saya golput, secara tidak langsung saya memberikan suara pada Prabowo. Lalu saya memilih siapa kemarin? Rahasia, kepo banget lu kayak registrasi SIM Card.

Oh, tapi sebenarnya artikel ini bukan bermaksud mengecam mereka yang golput-minded atau menjadi imbauan anti-golput yang naif. Bukan, bukan. Golput adalah sebuah hak dan silakan sesilakannya asal kamu tahu konsekuensinya. Golput tidak mentah-mentah sama dengan apatis dan putus asa, tapi bisa jadi manifestasi sikap politik tertentu. Lagipula apakah gelaran pemilu benar-benar mewakili cita-cita demokrasi? Ah, justru keraguan ini adalah contoh  dari sebuah kesadaran politik, dan itulah yang utama dan krusial sesungguhnya.

Kesadaran politik yang saya maksud adalah penguasaan wawasan, ketajaman analitis, dan pengendalian emosi. Tujuannya untuk menuntunmu secara rasional menentukan keberpihakan dalam konflik kekuasaan dan cara bijak untuk mengartikulasikannya.

Ini mengembalikan amatan kita pada kategori ketiga dari penggolongan anak muda di paragraf lalu, yakni “Tidak tahu tapi merasa tahu.” Sialnya, ini diperuncing dengan fakta bahwa generasi millennial memang punya watak yang lebih vokal dan doyan berekspresi di dunia maya. Mulai mengumbar isu  yang teramat personal (dan tidak ada yang perlu peduli) sampai yang (sadar atau tidak) merugikan orang banyak.

Dalam dinamika politik modern, tak ada peranti yang punya daya penetrasi dan dampak melebihi media massa. Efektivitas dan efisiensinya semakin di depan. Di zaman orde baru, cukup menunggangi TVRI dan stasiun televisi lain untuk memenangkan segalanya. Kini, media sosial adalah medan tempur yang sesungguhnya. Ring tinju politik yang hakiki. Dan anak muda adalah yang paling banyak berdenyut di dalamnya.

Masalahnya, para muda-mudi millenial ini hanya menguasai mediumnya tapi tidak dengan wacana yang dihidupi olehnya. Kita hafal di luar kepala teknik mengedit foto, tapi gagap terhadap apa buntut dari editan foto yang bergulir menjadi kampanye hitam. Begitu rentan anak muda dijadikan pion atau boneka perebutan kekuasaan, serta enteng dikontrol dan digiring untuk membenci atau mendukung sesuatu. Kerbau saja sudah bosan dicocok hidungnya. Kita kehilangan kepekaan skeptis, kritis, dan rasional yang ditutup oleh kepercayaan buta. Bahkan, kadang fanatisme ditanam dalam-dalam sehingga kita gencar membagikan atau bersuara hanya untuk menegaskan identitas kita. Menjatuhkan A agar kita terlihat sebagai B, atau menjatuhkan B agar semua teman-teman sekelas tahu kita adalah A. Fitnah hilir mudik laksana lagu “Akad”.

Kita adalah aktor secara literal. Tampil terdepan, tapi sejatinya hanya bergerak di bawah kehendak sutradara. Seperti kata Soe Hok Gie “Pemuda kita itu umumnya hanya mempunyai kecakapan untuk menjadi serdadu, yaitu berbaris menerima perintah menyerang, menyerbu, dan berjibaku dan tidak pernah diajar memimpin” Waduh, pedas, Bang.

Saatnya mengembalikan anak muda sebagai subjek, bukan lagi-lagi objek

kritis sejak dini via arsipindonesia.com

Ada sebuah teori gampang-gampang susah, namanya Teori Kemungkinan Elaborasi. Ini adalah teori yang mencoba menganalisis kemungkinan seseorang untuk terbujuk oleh pesan. Ada dua rute untuk pengolahan informasi, yakni rute sentral dan periferal. Elaborasi atau berpikir secara kritis terjadi pada rute sentral, sementara ketiadaan berpikir secara kritis terjadi pada rute periferal. Seseorang yang  mengolah informasi lewat rute sentral akan memikirkannya secara aktif dan merespons dengan berhati-hati. Sementara seseorang yang mengolah informasi lewat rute periferal akan menerimanya mentah-mentah dan asal-asalan.

Nah, kemampuan kritis yang diterapkan pada setiap informasi bergantung pada faktor motivasi yang sedikitnya terdiri dari tiga hal. Pertama, keterlibatan atau relevansi dengan topik. Kedua, jumlah perbedaan pendapat (semakin beragam pendapat akan membuat kita lebih hati-hati menerima informasi). Ketiga, kecenderungan pribadi terhadap cara berpikir kritis.

Syahdan, algoritma media sosial yang terkutuk itu membuat sentimen linimasa kita cenderung seragam, sehingga kita jarang melihat perbedaan pendapat. Seakan-akan yang ramai di linimasa kita selalu adalah kebenaran. Padahal kalau kamu anti-Indomaret, ya memang linimasamu akan ditebari status-status dari pendukung Alfamart. Begitu juga sebaliknya. Pandangan kita terhadap dunia cenderung bias dan sesat.

Karena itu kita perlu lebih melibatkan diri dengan topik. Pendidikan politik dan khazanah pengetahuan sejarah perlu dikejar supaya kita memahami relasi-relasi sosial yang ada di masyarakat. Tidak harus hafal nama menteri atau anggota DPR yang korupsi (terlalu banyak juga, mubazir ingatanmu). Yang utama adalah kita mampu membaca situasi-situasi rasis, fasis, akar sebuah permasalahan sosial, dan siapa yang diuntungkan dan dirugikan dalam setiap kebijakan. Membuka diri terhadap ilmu politik membimbing kita untuk menemukan bahwa moral tidak selalu adalah solusi, nasionalisme tidak harus selalu harga mati, isu komunisme adalah kecemasan yang dibuat-buat, dan bahwa banyak isu-isu agama-etnis yang muasalnya tetap kembali pada perkara ekonomi atau rebutan tanah.

Menurut data Badan Pusat Statistik, demografi Indonesia akan melonjak pada rentang waktu 2020-2035 sekitar sebesar 305,6 juta jiwa dengan persentase angkatan kerja produktif dari generasi millenial mencapai 66,6 persen. Praktis, keberpihakan generasi millenial akan diperebutkan. Intrik-intrik akan merebak, termasuk isu-isu agama, etnis, dan nasionalisme. Sebuah pertaruhan apakah kamu nanti menjadi korban atau kaum mujur yang punya otoritas dalam menaruh sikap politisnya.

Saatnya kita berhenti menjadi objek yang selalu dipolitisir. Saatnya kita menjadi subjek. Menjadi barisan yang sadar untuk melakukan kontrol, pengawasan, dan koreksi-koreksi terhadap pemerintah. Kita harus punya sikap untuk mengatakan tidak dari apa yang diarahkan kepada kita. Sebuah upaya memerdekakan diri untuk lebih jernih  menentukan keberpihakan. Apalagi sekarang sedang musim adu domba.

Padahal politik bukan Tinder. Kita tidak cuma bisa swipe kiri atau kanan.

Makanya jangan menunggu harus jadi bapak-bapak sarungan ngopi sambil baca koran untuk punya minat dengan politik atau persoalan masyarakat. Toh politik tidak melulu berkaitan dengan birokrasi, pencitraan, dan suap menyuap. Pun menyukai politik tidak berarti harus selalu menjadi politisi. Kamu bisa menjadi tukang sablon yang sadar kelas sosial, pegawai Alexis merangkap aktivis HAM, hingga penulis yang suka lupa kalau pembaca Hipwee nggak suka politik.

Yah, tapi siapa tahu…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2yjsfnh
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

6 Kriteria Istri Idaman Zaman Now, Nggak Lagi Sebatas Jago Masak dan Ngurus Anak

17.32 Add Comment

Zaman dulu, kriteria istri idaman sungguh sederhana. Jago masak dan menyukai anak-anak adalah dua kriteria utama. Jago masak berarti jago mengurus keluarga. Suka anak-anak berarti sudah siap jadi ibunya anak-anak. Pendidikan dan  lain-lain tak perlu dipikirkan. Asal dua itu sudah terpenuhi, seorang perempuan sudah layak menyandang predikat istri idaman dan siap dipersunting ke pelaminan.

Namun di zaman sekarang, peran perempuan sudah semakin luas; tak lagi terkucil di dapur, sumur, dan kasur. Perempuan punya kesempatan berkarier dan aktif di dunia luar sebesar para pria. Ternyata di zaman now yang serba digital ini, kriteria istri idaman pun ikutan berubah. Seperti apa kriteria istri idaman zaman now itu? Yuk disimak!

1. Seorang istri layaknya finance di perusahaan. Menghargai dan jago mengurus keuangan adalah keharusan

Jago menghitung budget bulanan via www.pexels.com

Menghargai uang itu sudah jelas kriteria utama. Bukannya apa-apa, nanti dalam berumah tangga kebutuhan kan semakin banyak. Tak jauh beda dengan perusahaan besar, roda keuangan pun harus diperhatikan dengan jeli. Jadi berapapun uang yang dimiliki, semua kebutuhan bisa terpenuhi. Bukan berarti istri idaman hanya dia yang sarjana ekonomi lho ya. Karena banyak skill yang harus dimiliki saat mengatur keuangan, salah satunya adalah membuat bujet bulanan dan ketahanan diri untuk tak belanja gila-gilaan meski sedang sale besar-besaran.

2. Cerdas dan berpengetahuan luas. Karena partner yang bisa diajak bertukar pikiran itu berkah luar biasa

bisa jadi lawan diskusi via www.pexels.com

Siapa sih yang tidak mau punya teman bertukar pikiran atas segala persoalan? Didengarkan saat berkeluh kesah memang membuat lega. Tapi punya rekan diskusi yang sepadan itu keberuntungan juga. Karena itu bagi generasi zaman now, istri idaman adalah perempuan-perempuan yang open minded, cerdas, dan berpengetahuan luas. Yang tak hanya iya-iya saja atas segalanya, melainkan bisa memberi saran, masukan, dan kritik atas segala hal yang dilakukan pasangan.

Jadi, apakah istri idaman adalah dia yang sekolahnya tinggi dan punya deretan gelar akademis di belakang nama? Tidak mesti juga. Pendidikan sangat penting. Tapi pendidikan formal bukan satu-satunya cara untuk membuka wawasan. Yang penting sih keinginan untuk terus belajar dan haus akan pengetahuan.

3. Cowok akan lebih tenang hatinya, bila bersama cewek yang tak suka cari perhatian berlebihan

Aktif dan punya kegiatan sendiri via www.pexels.com

“Yang, aku mention kamu di IG tuh. Balas dooong…”
“Beb, kamu kok nggak balas
chatku sejam yang lalu? Udah nggak sayang ya?
“Sayang, kamu nggak pernah telepon aku ke mana aja sih? Apa teleponan sama yang lain?”

Cewek manja memang terlihat cute. Terkadang membuat ego lelaki melambung tinggi juga karena merasa sangat dibutuhkan. Tapi kebanyakan pria mendamba cewek yang mandiri dan tidak caper berlebihan untuk dijadikan istri. Bukannya apa-apa, cowok juga punya banyak hal yang harus diurusi. Pasangan yang menuntut perhatian setiap jam, apalagi ngambek karena mentionnya di media sosial belum ditanggapi, tentu akan sangat memusingkan. Justru cowok akan lebih tertarik pada cewek yang aktif dan punya banyak kegiatan karena terkesan mandiri dan misterius, penuh tantangan. Hehe

4. Berjiwa bebas tidak sama dengan liar. Bersama istri yang kreatif dan spontan, mengarungi rumah tangga pun selalu seru dan tak terduga

Spontan dan kreatif via www.pexels.com

Secocok apapun saat pacaran, setelah menikah perhitungannya berbeda. Jenuh, bosan, dan merasa kurang klik dengan pasangan itu hal biasa terjadi. Karena itu, memiliki pasangan yang kreatif dan antimainstream bisa jadi berkah tersendiri. Isi pikirannya yang spontan dan tak tertebak membuat hubungan jadi seru. Kualitas perempuan seperti ini  juga bisa memberikan inspirasi lho, seperti  NESCAFÉ Green Blend yang bisa membantu menumbuhkan rasa percaya diri setiap pagi hari.

5. Perempuan mandiri yang bisa sayangi diri sendiri. Kalau penampilan selalu oke, suami pun kecipratan senangnya

Aktif tapi tetap peduli disi sendiri via www.pexels.com

Sering dikatakan bahwa penampilan adalah penanda cinta yang dangkal. Padahal sejatinya cewek yang memperhatikan penampilan membuktikan banyak kualitas, bukan hanya soal pandai berdandan. Mereka berdandan dan diet ketat, bukan semata biar dibilang cantik, melainkan sebuah bentuk kasih sayang pada diri sendiri. Dengan penampilan yang selalu fresh dan terjaga ini, pastinya para suami akan senang juga ‘kan?

Karena itu, mereka strict dengan banyak hal, termasuk soal makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Misalnya memilih kopi  NESCAFÉ Green Blend untuk teman beraktifitas sehari-hari. Tak hanya rasanya yang oke banget, tapi juga proses pembuatannya yang sempurna. Kandungan biji kopi hijaunya yang bisa membantu membuat badan tetap langsing dan sehat, serta kulit yang senantiasa terjaga. Nggak cuma manfaat kandungannya lho, rasa kopi yang nikmat dari biji kopi yang diproses yang sempurna akan membangkitkan inspirasi dan rasa percaya diri. Cocok banget nih untuk jadi teman mengawali pagimu setiap hari~

teman mengawali pagi setiap hari

6. Tak selamanya pria selalu ingin mengayomi. Mereka juga butuh sosok dewasa yang bisa menenangkan saat kalut menghampiri

dewasa via www.pexels.com

Katanya cowok selalu kebelet mengayomi dan cewek selalu ingin diayomi. Tapi untuk menjalani rumah tangga dan sukses hingga hari tua nanti, peran istri dan suami tidak bisa saklek begitu. Ada kalanya suami dan istri harus berganti-ganti peran, sesuai kebutuhan. Suami tidak harus selalu tegar kuat bagai superhero yang tidak boleh kalut sedikitpun. Ada kalanya pria juga merasa pijakannya goyah dan pikirannya keruh. Karena itulah, banyak pria yang mendamba perempuan dewasa. Karena terkadang, mereka butuh sandaran juga.

Tapi tentunya kriteria istri idaman itu bukan ketentuan yang mutlak. Artinya masing-masing orang sering punya standar sendiri. Dan bagaimana pun juga, menjalankan roda rumah tangga adalah kerja sama berdua. Tentunya tak adil bila kita menuntut sosok yang sempurna, sementara kita tak berbenah apa-apa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2gRbLb4
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

Bukannya Amrik atau Negara Barat Lain, Halloween Justru Dirayakan Paling Meriah di Negara Timur Ini

17.32 Add Comment

Meski nggak familiar di Indonesia, kalian pastinya tahu ‘kan soal tradisi populer yang dirayakan tiap tanggal 31 Oktober? Yup, Halloween! Berawal dari Amerika Serikat, perayaan Halloween yang diwarnai dengan banyaknya dekorasi dan kostum menyeramkan atau anak-anak berkeliling sambil bersaut ‘Trick or treat‘, kini jadi fenomena dunia. Ya meskipun ada negara-negara yang terang-terangan menolak tradisi Halloween karena bertentangan dengan keyakinan maupun kultur lokal, popularitas global dari ‘hari menyeramkan’ ini jelas tidak terbantahkan.

Tahukah kalian, bukan Amerika Serikat atau negara-negara Eropa lho yang paling ‘total’ dalam merayakan Halloween. Nggak disangka-sangka, ternyata Halloween justru paling meriah dirayakan di Jepang! Totalitas negeri Sakura dalam merayakan Halloween ini terbilang unik dan merupakan fenomena baru. Pasalnya, baru beberapa tahun lalu terjadi penolakan besar-besaran lho terhadap tradisi Halloween yang dianggap ‘serangan asing’ dari Amerika Serikat. Tapi di tahun 2017 ini, sebagaimana dilansir dari QZ, bisnis dan komersialisasi Halloween di Jepang mencapai angka yang fantastis sampai US$ 1 miliar!

Apa ya kira-kira yang menyebabkan perubahan drastis itu?! Bagi yang penasaran, yuk simak bareng ulasan spesial Halloween Hipwee News & Feature ini!

Awal tahun 2000an, perayaan Halloween di Jepang masih dipandang sebagai event-nya orang asing yang suka memakai konstum dan berpesta ria di subway atau tempat publik lain

Masih hanya orang asing yang merayakan via tourist-note.com

Bahkan sampai ada penolakan besar-besaran karena banyak orang Jepang yang menilai perayaan itu cukup menganggu ketertiban umum. Ya selain ada sedikit sentimen anti-asing sih

Membawa poster ‘We Japanese don’t need Halloween‘ sebagai aksi protes via www.flickr.com

Popularitas Halloween di Jepang bisa dibilang di ‘otaki’ oleh dua taman bermain raksasa di negeri itu. Pesta Halloween di Disneyland dan Universal Studio tiap tahunnya makin besar dan populer

Advertisement

Sejak pertamakali diadakan pada tahun 2000, pesta Halloween Disneyland Tokyo semakin meriah via disneyparks.disney.go.com

Meskipun sesekali masih ada yang protes, perayaan Halloween yang kini juga dimeriahkan oleh para pelaku industri dan bisnis semakin memikat perhatian warga Jepang

Hampir semua perusahaan berlomba-lomba mengadakan event spesial Halloween via qz.com

Salah satu event paling populer adalah yang diadakan oleh perusahaan kereta di Jepang. Tiap tahunnya ada dekorasi khusus Halloween yang siap menyambut para penumpang

Jadi acara tahunan yang dinanti oleh semua kelompok umur via www.kotaku.com.au

Bahkan ada program khusus yaitu potongan harga tiket bagi siapapun yang berdandan dan mengenakan kostum Halloween

Alhasil jadi banyak deh yang semangat memakai kostum Halloween-nya kemana-mana via twitter.com

Perayaan yang tadinya dilabeli asing bahkan kini punya ciri khas ke-Jepang-annya sendiri. Kalau Halloween di AS didominasi warna oranye, di Jepang, ungu justru jadi warna dominan lho

Warna ungu jadi identik dengan Halloween di Jepang via kotaku.com

Kenapa ungu?! Ternyata selain emang melambangkan penyihir atau mantra, warna ungu juga erat kaitannya dengan makanan khas Jepang : ubi ungu!

Halloween jadi kesempatan untuk menjual segala hal yang bewarna ungu atau berasa ubi ungu via www.delish.com

Tahun 2016 lalu, nilai perayaan Halloween di Jepang melonjak tajam. Popularitas game Pokémon Go yang mendunia diduga jadi penyebabnya

Merchandise yang dijual tambah banyak via mikitzune.com

Kawasan Shibuya di Tokyo seringkali jadi pusat perayaan di Jepang dan tiap tahunnya pesta Halloween makin besar dan meriah

Tumpah ruah di persimpangan Shibuya yang terkenal di dunia via cheapoguides.com

Lucunya merchandise dan keseruan berkostum ria tampaknya mengalahkan segala sentimen negatif Halloween di Jepang

Orang Jepang memang sudah terkenal suka cosplay via http://ift.tt/1iXCxXK

Belum lagi unsur Jepang yang juga bercampur kental dalam perayaan Halloween. Jadinya nggak cuma sekadar mengimpor budaya asing

Apalagi di Jepang, sentimen agama atau keyakinan tidak berbenturan kuat dengan Halloween via www.japantimes.co.jp

Begitulah kira-kira kisah Halloween yang kini dirayakan besar-besaran di Jepang. Menarik banget yaa, kalau kamu ke Jepang mungkin bisa join gegap gempitanya Halloween ala Jepang!

Halloween ala Jepang yang tidak bisa ditemui di tempat lain via www.japantimes.co.jp

Halloween yang sebenarnya identik dengan kultur perayaan ala Amerika Serikat atau negara-negara Barat, ternyata menemukan tempat tersendiri di Jepang. Mungkin sedikit berbeda dengan perayaan di AS yang lebih diasosiasikan sebagai tradisi keluarga, Halloween di Jepang lebih tepat digambarkan sebagai keberhasilan pelaku bisnis ‘menjual’ hari spesial ini jadi event yang harus dirayakan. Ya sah-sah aja sih, toh akhirnya Jepang juga banyak diuntungkan kok dengan meledaknya perayaan Halloween karena menarik peluang ekonomi dan bahkan sampai pengembangan pariwisata.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2z2BVzW
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

12 Foto Menakjubkan dari Kompetisi Foto National Geographic. Kualitasnya Level Dunia!

17.32 Add Comment

National Geographic kembali mengadakan kontes untuk mencari karya fotografi terbaik di tahun 2017. Kompetisi bertajuk National Geographic’s Nature Photographer of The Year contest ini akan memilih yang terbaik pada tanggal 12 Desember nanti. Sang pemenang utama akan mendapatkan hadiah 100 juta rupiah lho. Wow, gede banget ya hadiahnya. Sementara pemenang tiap kategorinya akan mendapatkan hadiah 34 juta rupiah. Kayaknya kompetisinya bakal diikuti oleh fotografer handal dari seluruh dunia ya.

Oke, kali ini Hipwee Travel bakal kasih kamu beberapa foto dari peserta National Geographic’s Nature 2017 Photographer of The Year contest ini. Sebaiknya kamu contoh dan pelajari agar kelak kamu nanti juga bakal jadi peserta dan jadi pemenang selanjutnya. Semoga saja ya. Yuk ah, daripada kelamaan, simak aja foto-foto kerennya.

Dua orang diver berenang di antara kumpulan paus sperma yang tengah tertidur. Sungguh sebuah foto yang memacu adrenalin! Luar biasa…

paus sperma dan dua orang diver via www.dailymail.co.uk

Letusan dramatis dan sangat ‘hidup’ ini berasal dari Gunung Klyuchevskaya Sopka, gunung berapi paling tinggi di kawasan Rusia

letusan yang sangat dramatis via www.dailymail.co.uk

Ketika alam bertemu dengan buatan manusia. Sawah nan hijau tepat di samping sebuah pusat perbelanjaan. Epik!

alam vs buatan via www.dailymail.co.uk

Foto sempurna ketika burung ini sedang menambahkan helaian daun di sarangnya. Sang fotografer, Federico Rozzato menunggu berjam-jam untuk mendapatkan foto ini

Advertisement

cantik sih ini via www.dailymail.co.uk

Foto ikan lucu ini didapatkan di Pulau Weh, Indonesia. Indah sekali ya bawah laut Indonesia…

pulau weh indonesia via www.dailymail.co.uk

Pemandangan kontras namun sangat cantik di Aigues-Mortes, Prancis bagian selatan. Indah banget ya…

cakep banget via www.dailymail.co.uk

Sekumpulan manta dengan sinarnya di dalam lautan ini sungguh sebuah karya yang luar biasa. Tentu memotret sekumpulan manta bukanlah hal yang mudah

sekumpulan manta via www.dailymail.co.uk

Potret dari udara sebuah kolam renang di batu karang Sydney, Australia yang mengagumkan

ombaknya ciamik abis via www.dailymail.co.uk

Sonalini Khetrapal memotret duel antara dua zebra di Taman Nasional Ethosa di Namibia. Duel yang sangat langka untuk dipotret begitu jelas!

duel zebra via www.dailymail.co.uk

Taman Nasional Amboseli, Kenya menampilkan adegan yang menegangkan di mana seekor singa betina dikepung oleh sekawanan hyena. Menarik apa yang akan terjadi setelahnya…

hyena vs singa via www.dailymail.co.uk

Begini cantiknya ikan terbang ketika bersiap untuk foto close up. Yakin deh, mendapatkan foto seperti ini bukanlah hal yang mudah

ikan terbang close up via www.dailymail.co.uk

Burung elang yang masih muda mencoba membidik ikan salmon yang berada di bawah lapisan es. Akankah ia mendapatkannya?

elang mencari salmon via www.dailymail.co.uk

Ribuan burung scoters ini terbang di atas permukaan laut. Sebuah jepretan yang sempurna!

terbang di atas air via www.dailymail.co.uk

Dari semua foto ini, menurut kamu foto manakah yang terbaik dan mendapatkan hadiah utama dari National Geographic?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2z04AVZ
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

Menebak Masa Depan Hubungan, dari Jenis Foto yang Kalian Unggah di Media Sosial

17.31 Add Comment

Setiap pasangan pasti ingin mencapai tujuan yang sejak awal direncanakan. Bisa menikah, punya keturunan, sampai menghabiskan sisa waktu berdua hingga maut memisahkan. Apalagi jika kamu dan dia sudah menjalani hubungan tahunan, tujuan tersebut rasanya ingin segera dicapai berdua.

Saat ini, ketika kalian tengah melaju bersama, kamu sering berandai-andai bagaimana jika nanti tujuan tersebut benar-benar bisa dicapai. Apakah masa depan kalian akan seindah rencana, atau justru lebih menantang? Biar pengandaianmu lebih seru dan ada maknanya, mari menebak masa depan hubungan kalian lewat foto yang diunggah ke media sosial. Sebab dari foto-foto kebersamaan kalian ada sedikit gambaran yang bisa menunjukkan bagaimana kalian di masa depan. Yuk, diamati foto di media sosial  kalian seperti apa?

1. Sering pasang swafoto berdua, tanda esok kalian akan selalu menghadapi masalah bersama, meskipun kadang diam-diaman tetap ada

Swafoto berdua via www.unsplash.com

Hampir bisa dipastikan, setiap pasangan yang menjalin hubungan pasti pernah melakukan swafoto berdua. Sekalipun cowokmu cuek sekali dan enggan diajak berfoto, kamu pasti selalu punya cara untuk mendapatkan swafoto berdua. Hasil dari swafoto yang kamu unggah ke media sosial ini diam-diam bisa menebak masa depan hubungan kalian. Kalau kamu dan dia lebih sering mengunggah swafoto dibandingkan dengan foto-foto lainnya, di masa depan kalian bisa menjadi pasangan yang selalu menghadapi masalah bersama. Meskipun aksi saling diam akan tetap ada, namun kebersamaan akan lebih mendominasi dalam setiap penyelesaian masalah.

2. Kamu suka mengunggah foto candid pasangan, diam-diam ini jadi tanda kalau kamu rela berkorban untuk dirinya

Diam-diam difoto via www.unsplash.com

Advertisement

Kamu atau dia lebih sering mengunggah foto-foto candid pasangan dengan beragam pose. Bukannya ingin berbagi wajah jelek pasangan, tapi kamu hanya ingin menunjukkan bahwa kamu memang suka dia apa adanya. Meski dalam keadaan nggak banget waktu posenya diabadikan. Dari seringnya kamu mengunggah foto candid pasangan ini bisa ditebak, bahwak kelak kalian akan lebih mengedepankan pasangan dibandingkan kebutuhanmu sendiri. Kamu rela berkorban untuk pasangan meskipun kamu sendiri kadang belum mendapatkan perhatian dari diri sendiri.

3. Apabila yang sering diunggah adalah foto kocak kamu dan dia, tanda esok kalian akan senantiasa menciptakan keseruan bersama

Seru-seruan sama pacar via www.unsplash.com

Berbeda dengan pasangan kebanyakan, yang sering mengunggah foto penuh kemesraan, kalian berdua justru sering unggah foto-foto kocak dengan pose nggak normal. Hal tersebut merupakan tanda bahwa esok kalian akan senantiasa menciptakan momen-momen keseruan bersama. Jika memang digariskan untuk terus bersama, masa depan kalian jelas nggak akan terganggu akan masalah kebosanan. Dari sekarang saja sudah terlihat seru-seruan, meskipun ada masalah yang datang.

4. Foto saling pandang pun bisa memberi gambaran kalau kamu dan dia kelak akan melihat semua hal dari sudut pandang berdua

Memandangmu terasa menyejukkan via www.unsplash.com

Saling memandang mata pasangan memang salah satu hal yang paling meneduhkan. Walau sering bertengkar, tatapan mata pacar itu selalu bisa mencairkan suasana hati yang beku. Tak jarang kalian pun mengabadikan momen tersebut dan mengunggahnya di media sosial. Dari foto saling memandang dalam segala pose bisa jadi gambaran,  di masa depan kalian akan melihat semua hal dari sudut pandang berdua. Apapun masalah yang terjadi, sudah pasti lebih mudah diselesaikan. Karena kalian bisa menghindari perbedaan cara pandang yang picu pertengkaran.

5. Lain lagi jika foto yang sering diunggah fokus ke gestur seperti usapan di kepala atau genggaman tangan. Di masa depan, kalian tak ragu membuat nyaman pasangan

Digenggam erat via www.unsplash.com

Suasana hati yang berantakan, kadang bisa diredakan dengan gestur seperti pelukan, usapan di puncak kepala hingga sekadar genggaman tangan. Karena memang itu selalu bisa buat kalian nyaman, hingga kadang tak rela untuk disudahi. Rasa-rasanya momen ini diunggah bukan sekadar kenangan, tapi juga gambaran kalau kelak kalian akan saling membuat nyaman pasangan. Kalian pun bisa lebih kompak dalam menghadapi berbagai tantangan.

6. Sementara foto yang menujukkan kegiatan kalian berdua, pertanda bahwa nanti kamu dan dia bisa saling bekerjasama

Ngajarin masak calon suami via www.unsplash.com

Selain foto mesra-mesraan, kamu dan dia juga sering mengunggah foto yang menunjukkan kegiatan berdua. Jika kebiasaan tersebut masih kamu dan dia lakukan dari sekarang, maka kelak kalian akan senantiasa bekerjasama berdua. Baik dalam menyelesaikan masalah yang ada ataupun saat menikmati momen bahagia berdua. Semoga kekompakan kalian akan terus ada sampai hubungan ini bisa dibawa ke tujuan yang dari awal telah direncanakan.

7. Kamu yang suka mengunggah foto kondangan, pertanda kalau kalian tengah mengumpulkan doa untuk segera naik pelaminan

Kondangan ke-sekian~ via www.unsplash.com

Kalau lini masa media sosialmu dan dia lebih banyak mengunggah foto kondangan, sebenarnya itu usahamu meminta doa ke orang-orang terdekat agar kalian bisa cepat pelaminan. Jika usaha kalian udah serius untuk mencari doa dan restu seperti ini, maka masa depan hubungan yang sesuai dengan tujuan utama bisa jadi semakin mudah didapatkan.

Mengabadikan momen kebersamaan di media sosial memang menyenangkan. Dari sana juga kalian bisa tahu bagaimana perkembangan hubungan. Selain itu, dari foto-foto kalian, bisa ditebak juga bagaimana kamu dan dia esok di masa depan. Namun hal tersebut tak bisa sepenuhnya akurat dalam menebak masa depan kalian. Sebab masih ada faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi laju hubungan kalian menuju masa depan. Seperti keseriusan, cinta hingga faktor lain yang tak bisa diprediksi kapan datangnya.

Hayo, dari sekian banyak jenis foto yang kalian unggah di media sosial, kelak masa depan hubungan kamu dan dia akan seperti apa?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2lzEw1c
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

Spoiler Alert! 5 Alasan Kenapa Thor: Ragnarok Layak Disebut Sebagai Comic8 Casino Kings Versi Marvel

05.26 Add Comment

Mencari resensi sebelum menonton film di bioskop boleh jadi karena termotivasi dua hal. Pertama, kamu nggak rela uangmu raib begitu saja karena takut dikecewakan oleh film, dan yang kedua kamu butuh referensi bahan atau angle baru untuk menulis resensi film serupa. Wah ketahuan ternyata kamu penulis artikel dari platform lain Skip!

How about the film? Kalau dideskripsikan menjadi satu kata, lucu. Penilaian saya setelah menonton Thor: Ragnarok lebih kurang sama laiknya kita menonton Comic8 Casino King. Ya, lucu! Sesederhana itu. Namun kamu cukup beruntung karena saya dikenal orang sebagai pribadi rumit. Jadi selamat, kamu terhindar dari penjelasan singkat tadi yang sungguh nggak layak terbit. Baiklah, langsung saja, berikut adalah 5 alasan kenapa Thor: Ragnarok mengingatkan kita pada Comic8 Casino King.

Baik Thor maupun Comic8, keduanya sukses membuat penonton tertawa karena kekonyolan adegannya

Hulk kocak! via theplaylist.net

Banyak yang bilang Thor: Ragnarok ini film action. Nggak setuju. Terang, ini film comedy. Memang, nggak bisa dimungkiri bahwa terdapat beberapa adegan baku hantam, namun nggak lain hanya sebagai micin bumbu penyedap rasa saja, persis seperti Comic8. Namun tenang saja, mayoritas pemeran film Thor bukan komika kok. Maka kamu terhindar dari mimpi buruk membayangkan Babe Cabita memegang Mjolnir.

Kamu masih akan melihat acting keren dari nama-nama kondang semacam Chris Hemsworth, Tom Hiddlestone, Anthony Hopkins, dan lainnya. Cuma, tujuan aktingnya sama; mencari lucu.

Banyak mengadopsi template-template film lain semacam Star Wars, Twillight, Gladiator, dan lainnya

Advertisement

Thor vs Hulk via wallpapersite.com

Kalau di Comic8 kita banyak menemui tokoh seperti yang sering kita temui dalam comic dan film superhero, sama halnya dengan Thor. Di film ini kamu akan menemukan beberapa adegan, tokoh, bahkan kostum yang sekilas mirip dengan film-film lain. Mulai dari arena pertarungan Hulk vs Thor, tentu kita familiar dengan adegan semacam film Gladiator (2000). Beberapa scene, penggunaan setting hamparan padang luas dengan langit yang membentang membawa efek tenang mengingatkan saya pada film yang diperankan oleh Russel Crowe.

Kedua, planet tempat Thor terdampar lalu bertemu dengan Valkyrie. Beberapa adegan di planet Sekaar itu mengingatkan film Star Wars, pertempuran senjata sinar laser, kemunculan makhluk-makhluk aneh, dan nuansa musik yang tekno (sukses membuat saya lebih menikmati musik dibanding adegan).

Selain itu, kamu akan bertemu dengan Serigala raksasa bersama sang ratu, Hela—sekilas mirip karakter dan kostum Maleficent—yang diperankan cukup apik oleh Cate Blanchett. “Thor ganteng banget,” ujar perempuan yang duduk di sebelah saya. Ya, kamu (cewek) akan dikejutkan dengan penampilan Thor—ada adegan bertelanjang dada—dengan rambut barunya. Hmm.

Penampilan baru Thor dan kehadiran Serigala mengaburkan penglihatan saya bahwa sebenarnya yang memerankan Thor adalah Taylor Lautner. Untung bukan Aliando GGS. Ah, ngaco.

Dari ceritanya yang kurang rapi hingga konfliknya yang kurang mengena

Bruce Banner jadi lucu. via uzone.id

Terlepas dari Comic8 yang ceritanya amburadul, Thor: Ragnarok ini sedikit lebih baik karena—hanya—kurang rapi. Template-template baru yang coba dipadu-padankan memang memberi nuansa baru dibanding dua sekuel sebelumnya, namun terasa kurang rapi hingga penilaian yang muncul menjadi memaksakan. Ihwal konflik cerita, hemat saya, konflik film terletak pada keluarga nggak terencana Thor dan Hela, Loki dikesampingkan karena kekecewaan saya atas hilangnya karakter nakal tapi cool sebagaimana film Thor pertama, miris.

Hela ingin membawa kejayaan Asgard, sedang Thor ingin menyelamatkan tanah kelahirannya dari pemimpin yang lalim. Konflik kakak-adik ini terasa hambar. Boleh jadi ini imbas dari lelucon-lelucon yang dimainkan hampir setiap tokohnya. Contohnya ketika saya sedang menuju “tegang” saat Bruce menjatuhkan dirinya untuk melawan Serigala, eh malah gagal menjadi Hulk. Maksud saya, kenapa nggak langsung jadi Hulk, hingga kita nggak terpaksa membangun lagi ketegangan yang sama, akibatnya ketegangan saya yang terbangun selanjutnya menjadi nanggung atau kurang. Saya yakin film Thor ini iktikad awalnya bergenre action, maka ya mbok lucunya nggak di setiap adegan, apalagi pas konflik.

Karakter tokoh yang hampir seragam berkelindan. Terlalu banyak lelucon berujung pada satu kata, berlebihan!

Karakter tokoh Comic8 yang klise mungkin sudah banyak yang mengulas. Setitik noda serupa Comic8 itu, seharusnya bisa dihindari oleh film Thor: Ragnarok ini karena nama besar aktor-aktrisnya, tapi sebaliknya justru terlihat menonjol. Nama besar dalam film Thor, seharusnya memberikan garansi pemetaan karakter tokoh yang kaya dan kuat. Maaf, saya mesti jujur, itu nggak terlihat.

Lagi-lagi dugaan saya karena pilihan nuansa comedy yang berlebihan. Entah kesurupan komika mana, akting Mark Ruffalo lebih mirip Ace Ventura dibanding Bruce Banner. Loki sudah dibahas tadi, ya. Kemudian Hulk yang kekanak-kanakan melunturkan kesan ganas yang coba dibangun Marvel pada film-film sebelumnya. Ya, sebenarnya nggak apa-apa juga sih kalau genrenya comedy, terserah film maker-nya. Tapi sebagai penonton, saya mungkin lebih memilih kartun semacam Despicable Me dibanding film superhero, kalau hanya mencari haha-hihi.

Berpotensi meraup banyak keuntungan. Hollywood memang jago urusan bisnis film

Aktor-aktor “pembawa” penonton via www.justjared.com

Namun di luar dari pro-kontra tadi, film Hollywood tetap nggak bisa lepas dari bisnis. Ya, beruntungnya semua orang butuh hiburan, terlebih orang Indonesia yang gampang tegang. Ada angka 30 di bulan September saja tegang, beda pemikiran sedikit tegang, patung yang cuma diam ditendang, dan lain-lain. Nah, film Thor: Ragnarok ini mungkin cocok untuk mereka tonton di akhir pekan.

Comic8 sukses meraup banyak keuntungan pada kemunculannya dua tahun lalu. Setali tiga uang, Thor juga berpotensi meraup untung tinggi tahun ini. Dilansir CNN, Thor: Ragnarok mampu mendapatkan pendapatan pembukaan sebesar US$107,6 juta atau lebih dari Rp1,4 triliun. Film ini baru lima hari diputar, artinya pundi-pundi uang masih terus mengalir sebelum layar biokop turun. Menarik kita tunggu berapa pendapatan dari sekuel ketiga Thor ini di pasaran. Apakah sesukses film Marvel lainnya semacam The Avengers?

Kamu boleh berpendapat juga kok di kolom komentar. Yang belum nonton, jangan lupa tonton film Thor: Ragnarok di bioskop kesayangan kamu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2z4NFE0
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

Dari yang Sengaja Sampai Nggak, 18 Potret Photobomb Ini Bikin Ngakak

05.26 Add Comment

Di zaman di mana teknologi udah makin canggih ini, tentu kita dimanjakan dengan berbagai penemuan yang ada. Penemuan-penemuan ini selain bikin hidup kita lebih mudah, juga bikin kita terhibur. Beberapa aktivitas baru pun mulai bermunculan dengan kehadiran teknologi ini. Contohnya, saja foto. Yups, sejak ditemukannya kamera, kita jadi lebih sering mengabadikan sebuah momen lewat foto. Bahkan hal ini dipermudah dengan kehadiran gawai yang disertai dengan kamera.

Orang-orang pun kini jadi gemar selfie. Pasalnya, kehadiran kamera depan hampir di seluruh gawai terkini membuat kita semakin gampang untuk memotret diri sendiri. Hasilnya? Tentu saja memuaskan dan seperti yang diinginkan. Tapi sayang, nggak semua hasil jepretan foto bisa kamu terka hasilnya. Kehadiran objek-objek tertentu secara tiba-tiba bikin fotomu jadi salah fokus. Objek yang sering disebut photobomb ini emang sering bikin kesal sih, tapi siapa sangka kadang hasilnya juga bikin kamu ketawa karena saking lucunya. Penasaran sama photobomb apa aja yang pernah tertangkap kamera? Cekidot!

1. Kadang hal nggak terduga kayak gini bisa terjadi di kebun binatang

Photobomb kocak via www.imgur.com

2. Ya namanya juga manusia, selebriti juga suka bikin iseng

Photobomb kocak via www.vogue.com

3. Kenapa harus nengok ke kamera sih? Jadinya ‘kan nggak natural

Photobomb kocak via www.ivejournal.com

4. Eh maap bang maap sepedanya nggak bisa direm

Photobomb kocak via http://ift.tt/2z21DEu

5. Di balik kebahagiaan dua insan, ada satu orang yang….

Photobomb kocak via www.buzzive.com

6. Sumpah, ini orang berdua niat amat photobomb di foto orang lain

Photobomb kocak via www.cerpen.co.id

7. Lihatnya ke kamera aja ya nak, pokoknya jangan lihat ke belakang

Photobomb kocak via www.irishmirror.ie

8. Sebuah pemberontakan karena ingin difoto juga 😀

Photobomb kocak via www.twitter.com

9. Inilah perlunya lihat background dulu sebelum foto *padahal ekspresi anaknya udah lucu banget*

Photobomb kocak via www.aprokotoons.com

10. Ada tamu nggak diundang nih ikutan foto

Photobomb kocak via www.boredpanda.com

11. Fokus kameranya jadi berubah ‘kan? Eh tapi lucu juga kok hasilnya

Photobomb kocak

12. Kucing: “Oh jadi kamu pilih kasih? Yang dijepret anjing doang nih?”

Photobomb kocak

13. Padahal ekspresi semuanya udah bagus banget, kenapa harus ada yang lagi mandi di pojokan sana?

Photobomb kocak

14. Kenapa jadi horor gini ya fotonya? 😀

Photobomb kocak via www.japemonster.com

15. Yang di depan udah cakep, tapi yang di belakang… Ah sudahlah

Photobomb kocak via www.celebuzz.com

16. Ada satu personel tuh yang ketinggalan di belakang 😀

Photobomb kocak via 3.bp.blogspot.com

17. Bahkan Benedict Cumberbatch pun juga nggak kalah iseng

Photobomb kocak via www.dream.co.id

18. Judul yang tepat buat foto ini: Now you see me

Photobomb kocak via www.funcage.com

Adanya tamu nggak diundang kayak gini kadang emang sering bikin kesal. Pose kita udah oke, cahayanya bikin wajah kita cerah berseri, eh malah ada yang ikutan. Lebih kesal lagi kalau di dalam fotonya, si photobomb ini juga ikut terlihat jelas. Ngerusak foto banget nggak sih? Nah makanya, karena photobomb seperti ini nggak terprediksi, kamu butuh kamera yang mumpuni biar mereka nggak ikutan jelas di jepretan fotomu.

Salah satu kamera smartphone yang bisa jadi andalan adalah Advan A8. Dual Rear Camera dengan spesifikasi 13MP kamera utama dan 5MP vice camera, dilengkapi dengan fitur bokeh. Itu lho, fitur pada lensa kamera SLR yang bisa membuat blur background yang tidak diinginkan. Jadi fotonya bisa fokus di kamu doang, dan terhindar dari photobomb yang nggak diinginkan seperti ini.

Selain itu, Advan A8 juga punya fitur refocus lho. Fitur ini memungkinkan kamu mengatur ulang fokus foto yang sudah tersimpan di galeri. Jadi misalnya kamu sudah telanjur memotret, dan ternyata ada sesuatu yang nggak diinginkan di hasil jepretanmu, kamu bisa mengatur ulang fokusnya. Cukup dengan merogoh kocek 2.999.000 rupiah, kamu udah bisa menghasilkan foto-foto kece tanpa perlu mikirin objek lain yang sebenarnya nggak perlu ada di foto. Selamat datang foto keren nan artsy!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2z29hPo
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica