Nindy Ayunda Pakai Tas dengan Bungkus Mi Instan, Warganet Ramai-Ramai Ikuti Tren Unik Ini. Mau Coba?

05.37 Add Comment

Ngomongin masalah tren nggak akan ada habisnya. Belum lagi selesai yang satu, muncul lagi yang baru. Mulai dari rambut, make up, pakaian, sepatu dan lainnya semua nggak lepas dari yang namanya tren. Tren biasanya bermula dari tokoh atau figur yang memiliki popularitas untuk membuat tren yang baru, salah satunya selebritas.

Masih ingat Anindia Yandirest Ayunda yang berduet bersama Audy menyanyikan lagu “Untuk Sahabat” tahun 2006. Penyanyi berusia 28 tahun ini dikenal dengan sapaan Nindy Ayunda. Ya, publik dibikin heboh dengan unggahan fotonya di Instagram. Foto tersebut menarik perhatian warganet, pasalnya ia mengenakan tas ‘mi instan’ yang terbilang aneh. Alhasil, muncul lagi ulah warganet yang ikut-ikutan mengunggah foto menggunakan tas makanan favorit mahasiswa tersebut.

Pose Nindy menggunakan tas ‘mi instan’ ini ditiru oleh ibu-ibu dengan menggunakan ‘mi instan’ yang asli. #ThePowerOfEmakEmak!

Pinky mom via www.instagram.com

Seakan nggak mau kalah, emak-emak yang satu ini juga mengikuti gaya sang penyanyi asal kelahiran Padang itu. Ya, sudahlah, yang penting dia nggak bawa motor sih!

Emak zaman now! via www.instagram.com

Yang ini tasnya asli dan diberi tempelan bungkus mi instan. Senyum 3 jari, cheers!

Tren baru via www.instagram.com

Nggak cuma ibu-ibu, tren ini juga menjalar ke para remaja. Dia malah sombong, bilang punya sekardus! HAHA!

Advertisement

Sekalian jualan, Mbak? via www.instagram.com

Tas yang satu ini tali yang digunakan modelnya bagus juga. Boleh ditiru!

Makanan anak kos. via www.instagram.com

Sebuah meme yang dijadikan meme. Kreatif bener warganet satu ini!

Apa lihat-lihat? via www.instagram.com

Lihat foto ini, berasa balik ke tahun HP masih cuma punya kamera belakang dengan pose yang masih malu-malu. Yha ~

Pose zaman batu. via www.instagram.com

Nggak cuma jadi tas, ‘mi instan’ ini juga ‘diadopsi’ jadi pelindung smartphone. Ibu-ibu selfie

Jual casing semua jenis HP, Sis. via www.instagram.com

Kids zaman now! Bocah ini nggak mau kalah sama orang dewasa. Gemes juga!

Anak jaman sekarang via www.instagram.com

Sebentar lagi sepertinya ada model lain nih, tapi yang beda cuma varian rasanya

Rasa … rasa apa yang sulit hilang? Rasa yang dulu pernah ada! #EAAAAAAK via www.instagram.com

“Dengan kekuatan hengpong jadul, cekrek cekrek, upload!” Jangan lupa, kasih tagar #OOTD juga, ya!

Mi instan jumbo via www.instagram.com

Candi-candi apa yang palsu??

CANDID via www.instagram.com

Karena takut tasnya basah kehujanan, warganet satu ini preventif dengan memberinya sebuah pelindung. Aman, Sis!

Nggak takut lagi main air!
via www.instagram.com

Kalau dibikin seperti ini, keren juga sih. Btw, ada yang tahu ini beli di mana?

Made in anak kosan. via www.instagram.com

Perkembangan mode atau tren terkini semakin hari semakin aneh saja. Ya, kali ini Nindy secara nggak langsung sudah menciptakan tren tas baru. Meskipun terkesan ‘ada-ada saja’, kalau diperhatikan lagi dengan saksama, sekilas lucu juga. Kamu tertarik untuk mencobanya? Dapatkan tas ini di warung-warung terdekat!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2z4Asvi
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

6 Fase Perubahaan Sikap Cewek ke Pasangannya. Cowok Wajib Tahu Nih!

05.37 Add Comment

Nggak ada hal mudah dari mempertahankan suatu hubungan. Sejak pertama kali mengungkap perasaan hingga kalian akhirnya jadian, ada banyak pergolakan batin yang muncul di sana. Apalagi ketika kamu sudah mulai menjalani hubungan tersebut. Sepanjangan hubungan kalian berjalan, kamu akan menemukan banyak perubahan dari pasanganmu yang mulai bermunculan. Mulai dari perubahan sikap hingga perubahan perasaan.

Mulai dari yang awalnya pasanganmu posesifnya kebangetan sampai ngalah-ngalahin satpam komplek, hingga akhirnya dia jadi woles gitu aja. Tapi itu bukan berarti cintanya berkurang lho ya. Sejatinya perubahan perasaan yang terjadi dalam hubungan kalian itu termasuk dalam proses pendewasaan hubungan. Nah, kali ini Hipwee sudah merangkum 6 fase perubahan sikap cewek saat menjalin hubungan nih. Cowok harus baca ya, biar kalian nggak kelabakan ngeliat tingkah pasangan yang tiba-tiba berubah 180 derajat dari sebelum kalian jadinya sampai akhirnya menjalin hubungan~

1. Fase pertama biasanya adalah fase ragu-ragu. Cewek dibuat bertanya-tanya: Sebenarnya dia beneran suka nggak ya sama aku?

Bingung dan ragu jadi satu via leadershipfortoday.com

Pada fase awal cewek pasti akan meragukan perasaan cowok yang mendekatinya. Terlebih kalau cowok itu banyak menunjukkan gelagat yang bikin ge-er. Misalnya, sering ngingetin jaga kesehatan atau sering kepergok curi-curi pandang gitu. Pasti deh, cewek makin penasaran. “Apa iya dia beneran suka?” begitu tanyanya dalam hati. Biasanya di fase ini cewek akan super kepo sama kehidupan cowok itu. Mulai dari cari tahu hobinya, keluarganya, sampai daftar mantannya! Bukannya gimana-gimana, cewek juga harus memastikan selain keseriusan perasaan, si cowok ini baik nggak buat dia kalau mereka beneran jadian.

Barometer perasaan: 0-10%

2. Selanjutnya adalah fase pendekatan alias PDKT, yang sukses bikin cewek salah tingkah sendiri

Cewek salting sendiri via keepo.me

Di fase ini baik cewek maupun cowok biasanya sudah sama-sama tahu kalau keduanya saling memendam rasa. Katanya PDKT ini adalah masa paling indah lho. Setiap hari deg-degan, senyum-senyum sendiri tiap ingat waktu-waktu yang dihabiskan berdua, dan lainnya. Nggak jarang cewek suka salting atau salah tingkah tiap nggak sengaja ketemu gebetannya.

Barometer perasaan: 10-40%

3. Nah kalau sudah jadian, cewek bakal super jaim atau jaga image demi nggak mau terlihat buruk di mata kekasih baru

Awal pacaran masih jaim via http://ift.tt/1sYaJ9G

Jangan salah, meskipun sudah jadian cewek masih akan malu-malu kucing nih terutama di masa awal hubungannya. Satu hingga tiga bulan masa pacaran bisa dibilang masih sama lah kayak masa-masa PDKT dulu di mana cewek masih segan dan jaim buat menunjukkan kekurangannya. Jadi jangan heran kalau dia lebih banyak diam atau cuma senyum-senyum tiap ditanya sesuatu. Di fase ini biasanya cewek paling enggan kalau HPnya dipegang oleh pasangan. Maklum ya, ‘kan baru jadian. Cewek jelas nggak mau foto-fotonya dilihat oleh orang yang disuka. Jaim, cyn.

Barometer perasaan: 40-70%

4. Kira-kira kalau sudah hampir 1 tahun pacaran, biasanya cewek masuk ke fase ‘binal’. Malu? Nggak lah!

Makan banyak? Siapa takut! via http://ift.tt/hFWySe

Nah kalau sudah hampir 1 tahun pacaran, cewek akan lambat laun menunjukkan sisi lainnya yang belum banyak diketahui pasangannya. Kalau dulu pas makan bareng selalu memperhatikan porsi dan attitude, saat sudah hampir setahun pacaran cewek nggak akan malu lagi buat menambah setiap kalian kencan. Atau nggak segan lagi mengakui kalau dia baru saja kentut, dan lain sebagainya. Di fase ini cowok bakal banyak diuji, apakah dia benar-benar menerima ceweknya apa adanya, bukan ada apanya. Hehe

Barometer perasaan: 70-90%

5. Ke empat adalah fase insecure. Saking khawatirnya, cewek bahkan nggak segan minta semua password media sosial sang pacar!

Nggak percayaan banget! via thesexysinglemommy.net

Bisa dibilang ini fase yang akan banyak dibenci para cowok. Ya gimana nggak, kalau setiap aktivitas media sosial mereka dipantau 24/7? Padahal cowok juga manusia yang butuh privasi. Sebenarnya fase ini dilalui cewek ketika mulai merasa takut kehilangan si cowok. Jadi ya segala cara akan dilakukan, seperti mengecek rutin history chat setiap kali ketemu, menanyakan seribu macam pertanyaan ketika berjauhan, atau bahkan sampai harus tahu semua password media sosial kekasihnya. Hmm..

Barometer perasaan: 90-100%

6. Setelah melalui beberapa tahun kebanyakan cewek malah selow aja sih, karena sudah percaya banget sama si pacar

Selow aje bro via singleinthecity.ca

Tapi fase insecure itu lambat laun bisa digantikan dengan fase di mana cewek mulai merasa woles aja. Namun bukan berarti di fase ini cewek udah nggak sayang lho ya. Malah, di fase ini cewek sudah bisa mulai mendewasakan perasaan cintanya. Ini terjadi ketika sebuah hubungan sudah berlangsung sangat lama dan dengan catatan si cowok memang nggak pernah ‘aneh-aneh’. Karena itulah ceweknya merasa aman-aman saja.

Jadi ketika cowoknya memakai smartphone Advan A8 yang punya keunggulan pada security features-nya, dia nggak komplain. Dalam smartphone seri terbaru dari Advan ini, terdapat XLocker yang terdiri dari Face Unlock dan Intruder Selfie. Dengan Face Unlock, bukan cuma perangkat atau smartphone saja yang bisa kamu kunci dengan password maupun foto wajah, melainkan juga aplikasi-aplikasi pribadi yang ingin kamu jaga. Sementara dengan Intruder Selfie, Advan A8 bisa merekam wajah orang coba-coba membuka ponsel itu tanpa izin pemiliknya. Tak hanya wajah, akan tercatat pula aplikasi apa yang dibuka, serta waktunya. Berasa ada CCTV-nya, aman banget!

Di tahap ini perasaannya sudah sangat matang, dan orientasinya sudah jauh ke depan. Dia tahu bahwa cowoknya butuh ruang, sama seperti dirinya sendiri yang pengin privasinya dihargai. Karena dia pun tahu bahwa sebuah hubungan nggak lantas meniadakan privasi masing-masing orang.

Barometer perasaan: Lebih dari 100%!!!

Nah coba kamu cek pasanganmu sendiri gimana.  Kira-kira sekarang dia ada di fase yang mana ya? 🙂



from Hipwee http://ift.tt/2z3K8WP
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

Putihkan Gigi Hingga Perkuat Sinyal Wifi, Inilah 20 Fungsi Alumunium Foil yang Nggak Banyak Diketahui

05.37 Add Comment

Kamu yang sering menyambangi dapur, tentu nggak asing lagi dong dengan kertas berwarna silver yang banyak digunakan untuk membungkus makanan? Ya, alumunium foil! Bahan berupa lembaran logam aluminium yang padat dan tipis ini memang biasanya digunakan untuk membungkus makanan agar tetap panas.

Beberapa keistimewa aluminium foil antara lain memiliki sifat yang lentur, fleksibel, mudah dibentuk sesuai fungsi kemasan, kedap udara, air dan lemak, serta nggak memengaruhi rasa dan bau. Aluminium foil juga merupakan penghantar panas yang baik untuk energi listrik dan penghangat ruangan. Namun kekurangannya adalah bisa rusak karena pengaruh  asam, garam dapur dan logam berat.

Nah, jika kamu menyangka alumunium foil hanya bisa digunakan untuk membungkus makanan saja, maka kamu keliru. Ada banyak kegunaan mengejutkan lain dari aluminium foil yang telah Hipwee Tips rangkum berikut ini.

1. Sebagai alas untuk menyetrika pakaian yang memiliki sablon, berbahan sutra, wol, dan bahan mudah kusut lain agar nggak lengket dan tetap rapi

Sebagai alas untuk menyetrika via www.jumblejoy.com

2. Kamu bisa menyegel ulang makanan dalam kemasan dengan menjepitnya menggunakan aluminium foil dan meratakannya menggunakan setrika panas. Nggak bakal melempem deh!

Menyegel makanan kemasan agar nggak melempem via www.youtube.com

3. Pulpen yang dibungkus dengan alumunium foil bisa dijadikan sebagai touch pen untuk penghubung arus listrik statik dari jari-jari ke touch screen gadget

Advertisement

Dijadikan touch pen via www.cnet.com

4. Saat memindahkan furnitur berat, gunakan aluminium foil sebagai alasnya agar lantai maupun perabotan nggak lecet

Memindahkan furnitur lebih mudah via www.qatarday.com

5. Kehabisan baterai AA, tapi cuma punya baterai AAA? Segumpal aluminium foil akan jadi penolong darurat kalau daya bateraimu habis

pengganti daya baterai yang usang via pinadvised.wordpress.com

6. Gunting yang tumpul bisa ditajamkan kembali dengan cara memotong kertas aluminium foil berkali-kali

Menajamkan gunting yang tumpul via www.teachkidsart.net

7. Dengan bantuan alumunium foil, kamu bisa mengeriting rambutmu menggunakan catokan pelurus rambut lho!

Mengeriting rambut via www.dailymotion.com

8. Lebih mudah menyaring minyak jelantah agar terpisah dari reremahannya. Tuang saja sisa minyak goreng ke dalam mangkuk yang telah dialasi alumunium foil, diamkan sebentar lalu pisahkan bagian atas dengan reremahan telah mengendap

Menyaring minyak jelantah dengan reremahannya via vanessafridahome.wordpress.com

9. Gunakan aluminium foil untuk menghapus kerak gosong pada peralatan masak tanpa bahan kimia

Bersihkan alat pemanggang via thegrillinglife.com

10. Remas aluminium foil hingga berbentuk bola untuk mempercepat proses pengeringan pakaian dalam mesin sekaligus penghilang efek statik

Mempercepat proses pengeringan pakaian via www.meteofan.info

11. Untuk melindungi makananmu agar nggak menempel di penggorengan, gunakan lapisan aluminium foil sebagai alasnya

Agar masakan nggak tumpah kemana-mana via tiphero.com

12. Campurkan sedikit soda kue dengan pasta gigi. Selanjutnya, ambil alumunium foil dan lipat menjadi pita lalu tempatkan pada gigi. Setelah itu diamkan selama satu jam. Agar efek gigi lebih putih terlihat, gunakanlah dua kali dalam seminggu, ya!

Putihkan gigi via www.youtube.com

Mencegah pembusukan pisang via prabasyummyexperiments.blogspot.co.id

14. Bungkus peralatan metal yang berkarat dengan kertas aluminium foil, lalu rendam dalam air garam. Biarkan beberapa saat sebelum membilasnya

Hilangkan karat via www.thekitchn.com

15. Hanya dengan memanfaatkan kaleng bekas, panci atau alumunium foil, kamu bisa memperkuat sinyal wifi

Perkuat sinyal wifi via www.symintec.com

16. Supaya barang-barang silver di rumahmu kembali bersinar, campurkan aluminium foil, baking soda, dan air. Hasilnya kinclong seperti baru!

Membersihkan peralatan berbahan metal via http://ift.tt/1m2U8B3

17. Dalam keadaan darurat, buat corong darurat dari sepotong alumunium foil menjadi kerucut. Bisa disesuaikan hingga ukuran yang sempit sekalipun lho!

Jadi corong darurat via guff.com

18. Alumunium foil pun bisa dijadikan sebagai benda kerajinan maupun media mewarnai untuk anak

Benda kerajinan via http://ift.tt/1DTbozO

19. Bungkuskan alumunium foil pada dudukan kompor agar sisa bakaran api ngak menempel pada alat masak dan mudah dibersihkan

Untuk dudukan kompor via food-hacks.wonderhowto.com

20. Buat anak kos cocok banget nih! Alumunium foil pun bisa digunakan sebagai pengganti minyak. Kamu bisa goreng telur di atas setrikaan seperti ini 😀

Pengganti minyak goreng via macgyverisms.wonderhowto.com

See?? Jadi, khasiat mana lagi dari alumunium foil yang kamu dustakan? Nggak sabar deh pengen nyetok di kos-kosan…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2h1Cs0h
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

Kalian Siap Maju ke Pelaminan, Asal 7 Hal ini Tak Berubah dari Awal Pacaran

05.37 Add Comment

Waktu terus berjalan. Hidup seseorang juga senantiasa berkembang, menyesuaikan keadaan yang berubah-ubah. Seperti juga hubungan kalian yang terus berjalan secara dinamis, ada satu tujuan sederhana. Sejak awal pacara, kalian memang inginnya jalani hubungan yang serius, dilandasi dengan sebuah ikatan yang sah dan halal.

Meski arah akan hubungan telah direncanakan, tapi kesiapan kalian terkadang naik-turun. Ada kalanya kalian merasa siap untuk terikat sah dalam hubungan. Tapi di waktu lain kalian justru kurang percaya diri dan bertanya-tanya sendiri, sebenarnya sudah siapkah kalian ini melangkah ke pelaminan dengan modal yang selama ini dikumpulkan?

Saat kamu dan dia masih sering bimbang, mungkin hal-hal di bawah ini bisa membantu untuk memahami. Kalau saja ada hal-hal yang tak berubah dari awal hingga saat ini dalam hubungan kalian, sebenarnya kesiapan untuk maju ke pelaminan sudah ada. Hanya saja kamu dan dia belum menyadarinya dengan benar-benar.

1. Pacaran sudah lama, tapi kalian masih merasakan debar aneh dalam dada saat saling pandang berdua

Masih berdebar-debar via www.unsplash.com

Lamanya berpacaran memang bukan parameter mutlak kesiapan dalam maju ke pelaminan. Namun jika sampai sekarang kamu dan dia masih merasakan debar aneh di dalam dada saat pandangan bertemu, kesiapan hubungan sebenarnya sudah ada. Hanya saja tinggal butuh beberapa waktu untuk meyakinkan diri. Sebab debar-debar aneh ini seperti halnya denyut rasa cinta yang muncul saat pertama kali pacaran dulu.

2. Sikap menghargai satu sama lain selalu ada, seperti tak mengekang pasangan untuk melakukan kegiatan yang mereka suka

Advertisement

Tak saling mengekang via www.unsplash.com

Semakin ke sini, kalian berdua semakin disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Kamu mungkin tengah fokus ke karir, sementara cowokmu tengah giat-giatnya membangun usaha. Meskipun sama-sama sibuk, kalian tetap saling menghargai. Sama seperti dulu ketika awal pacaran yang disibukkan dengan kegiatan perkuliahan. Di samping itu kalian pun membebaskan masing-masing dari segala tuntutan yang buat hubungan tak berkembang. Sebab kalian paham, mengekang tak ada gunanya dan hanya membesarkan ego diri.

3. Dari hal sepele hingga serius sekali, kalian selalu ingin berbagi. Karena seperti ada yang mengganjal saat ada sesuatu yang ditutupi

Tak ada yang ditutupi via www.unsplash.com

Yang, hari ini aku makan sate taichan nih. Ini kan makanan kesukaan kamu banget!

Jangan bikin ngiler deh Yang

Kamu dan dia jelas disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Namun hal tersebut tak membuat kalian menutup celah komunikasi. Meski tak lagi bersama, rasa ingin berbagi selalu ada. Mulai dari sesepele, tak sengaja mencoba makanan kesukaannya. Sampai kadang hal yang paling rahasia dari dirimu. Sikap saling terbuka sampai ke hal-hal kecil ini yang menguatkan hubungan dari dalam. Dengan tak menutupi hal-hal kecil hingga yang bersifat serius ini aslinya yang buat kalian sudah siap secara ikatan.

4. Meski pertengkaran tak bisa dihindari, kalian selalu bisa kembali menyatu dengan canda dan tawa

Selalu ada alasan untuk kembali bersama via www.unsplash.com

Pertengkarang dalam setiap hubungan itu ibarat garam dalam masakan. Meski kerap membuat kamu dan dia diam-diaman, tapi dari pertengkaran pula kalian bisa mengenal karakter pasangan lebih dalam. Seiring berjalannya waktu kalian pun seakan selalu punya cara untuk menyelesaikan pertengkaran, lalu kembali bersatu dalam rengkuh canda setelahnya. Kadang malah malu-malunya saat kembali membuka pembicaraan juga masih terasa.

5. Janji yang dulu tak lantas hilang ditelan kedekatan. justru terus berkembang dan menyesuaikan keadaan kalian sekarang

Bukannya hilang, tapi justru berkembang via www.unsplash.com

Coba diingat-ingat lagi janji apa yang dulu kalian sepakati? Dari sekian banyak janji, pasti ada beberapa yang sampai sekarang masih dipegang kuat. Janji yang masih dipegang tersebut tak hanya berjalan di tempat, melainkan terus berkembang dan menyesuaikan keadaan masing-masing dari kalian. Misalnya dulu saat awal jadian kalian sama-sama berjanji untuk tak saling menyakiti. Janji itu sekarang menyesuaikan keadaan, dengan tak sekadar berjanji untuk nggak menyakiti tapi juga mau meminta maaf jika tak sengaja berlaku yang menyakitkan hati.

6. Walau tak selalu diucapkan, komitmen untuk selalu menjaga tetap ada dan semakin kuat

Tak diucapkan tapi selalu dilakukan via www.unsplash.com

Selain janji-janji yang diucapkan, ternyata ada beberapa hal yang dulu diawal pacaran dilakukan. Seperti keinginan untuk selalu menjaga komitmen untuk terus bersama. Walau tak secara lisan diucapkan, komitmen tersebut masih terasa sama kuatnya seperti di awal-awal masa kalian bersama. Terbukti dengan hubungan kalian yang masih bertahan hingga sekarang.

7. Perihal rindu, rasanya tak berkurang sedikit pun. Hanya saja sekarang kalian lebih pandai menyikapinya

Rindu masih sesyahdu dulu via www.unsplash.com

Mau lama atau sebentar, saat berjauhan dengan pacar, rindu tak bisa lagi dihindari. Begitu pula dengan kamu dan dia, yang saat ini mungkin tengah dipisahkan jarak dan waktu. Meski sudah sekian lama bersama, rindu yang dirasakan masih seperti dulu. Obatnya pun masih sama, yaitu harus bertemu meskipun hanya satu pelukan. Bedanya hanyalah sekarang kalian semakin berkembang dalam menanggapi rindu itu. Kalian semakin pintar mengatur waktu demi bisa menuntaskan tumpukan rindu akibat raga kalian belum bisa bertemu.

Mulai dari debar di dada hingga rasa rindu, apabila masih terasa sama saat pertama kali bersama, berarti kamu dan dia telah menyatu tanpa sadar. Kalau sudah menyatu seperti ini, kesiapan untuk melanggeng ke pelaminan pun jelas sudah ada pada kalian. Hanya saja kalian berdua belum sadar benar akan kesiapan itu. Kalian hanya butuh sedikit bersabar lagi, agar hati dan pikiran benar-benar memahami bahwa sudah saatnya kalian menjalani hubungan yang sah dan halal. Kalau kamu dan dia sekarang bagaimana? Adakah hal-hal yang masih sama dirasakan seperti saat pertama kali bersama?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2z3QB4e
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

Pemuda Zaman Now Mesti Sadar Politik, Cukup Orang Tua Aja yang Mabuk Politik

17.32 Add Comment

Orang tua memang menyebalkan. Sejarah sudah mengemukakan jika setiap generasi rasanya selalu merendahkan generasi yang lebih muda. Selalu, memang. Sama seperti kita yang doyan ceriwis ke adik-adik  yang masih kita anggap ingusan. “Kasihan ya anak zaman sekarang, mainnya sama gadget melulu, nggak kenal asyiknya Eva Arnaz main gundu.“

Apa benar kasihan? Padahal lahir-batin mereka mungkin bahagia kok. Kita saja yang tidak sadar diri jika dulu juga dibegitukan oleh orangtua kita,”Kasihan ya anak zaman sekarang, nggak kenal serunya deg-degan ditembaki militer di jalanan cuma gara-gara pakai tato atau pernah nongki-nongki bareng preman pasar.”

Masing-masing dari kita semua sejatinya hanyalah kids zaman now bagi generasi sebelumnya.

Senioritas mendarah daging bersamaan bertambahnya usia. Pemuda bukan cuma dipandang remeh bak rempeyek, namun juga dimanfaatkan sedemikian rupa. Makanya kita senantiasa dijauhkan dari kesempatan mengambil keputusan. Coba lihat pemegang kekuasaan (baca: elit partai /pejabat negara), kebanyakan isinya om-om buncit yang kenyang kepentingan. Celakanya, kita pasrah saja diasingkan lewat gaya hidup konsumtif atau disesatkan dengan kebanggaan atas ketidaktahuan.

Padahal sejarah juga sudah mengemukakan jika cuma anak muda yang sanggup membuat perubahan.

Advertisement

Tadinya saya sudah ancang-ancang akan cerita panjang lebar perihal keterlibatan kaum muda di sejarah Indonesia. Tapi ini masih momen Sumpah Pemuda, jadi niscaya sudah berbondong-bondong media yang bikin konten tentang itu. Daripada mengulang-ulang dan bikin ngantuk, saya langkahi saja. Setidaknya kamu sudah pernah dengar Budi Utomo, Peristiwa Rengasdengklok, Penjungkalan suharto (s-nya kecil, yes!) di tahun 1998, dan… ah, saya rangkum saja dengan mengutip wawancara terakhir—kebetulan dengan majalah Playboy dan Happy Salma, waduh—dari Pramoedya Ananta Toer:

”Saya percaya, sejarah Indonesia itu sejarah angkatan muda. Angkatan tua itu jadi beban.”

.

.

.

Lalu sejak kapan anak muda jadi lemah gemulai begini???

Sejak suharto menyerang.

Dengan sangat taktis, pemuda di zaman Orde Baru dikonstruksi ulang. Dari era inilah kita kenal istilah “remaja”. Dalam Solo in the New Order, antropolog bernama James Siegel menukaskan bahwa “remaja” punya selera dan aspirasi tertentu yang dibentuk beda dengan “pemuda”. Kamu pasti bisa ‘kan membedakan kesan istilah “pemuda” dan “remaja”? Mendengar kata “pemuda”, kita jadi ingat demonstrasi, idealisme, tekad baja, pekik kemerdekaan, Soe Hok Gie, dan sebagainya. Sementara apa kesan yang keluar dari kata “remaja”? Pacaran, tawuran, seks bebas, rental playstation, Bastian Steel, dan segala saripati Si Boy Anak Jalanan. Miriz, pakai “z”.

Selain sengaja dibentuk, anak muda zaman sekarang cenderung abai dan apolitis juga karena pemerintahannya porak poranda. Sedari belajar membaca koran atau menonton berita, kita jadi saksi bagaimana menjenuhkan dan tidak tahu malunya jagat politik. Imajinasi terhadap kata “politik” hampir sama dengan imajinasi pada kata “Yolanda”. Nista dan tercela. Politikus adalah profesi (?) paling antagonis di semesta raya. Walau sebenar-benar-benarnya sama-sama penuh tipu muslihat dan harapan palsu, tapi panggung entrepreneur atau pentas pencarian bakat idol-idol itu jauh lebih menarik bagi kawula muda daripada ajang politik. (Hebatnya, Anang Hermansyah dan Ahmad Dhani mencoba semuanya.)

Memangnya sepenting apa anak muda harus peduli dengan politik?

Merebut reformasi via arsipindonesia.com

Setidaknya ada tiga jenis anak muda dalam relasinya dengan kesadaran politik. 1) Mereka yang sadar politik. 2) Mereka yang apolitis. 3) Mereka yang tidak tahu tapi merasa tahu.

Jelas bahwasanya golongan pertama adalah varietas unggul sementara golongan ketiga harus dibasmi sekarang juga. Bagaimana dengan yang kedua? Problemnya, tidak mungkin untuk seseorang dalam sebuah masyarakat benar-benar lepas dari politik. Menurut Aristoteles, politik dalam esensinya adalah upaya untuk mewujudkan kebaikan bersama. Kebijakan politik berdampak dan melibatkan seluruh aspek kehidupan kita.

Contoh sederhana, kita semua punya suara dalam pemilu. Golput bukan berarti netral. Mau tidak mau kita sudah terikat dalam pemetaan perebutan kuasa. Salah satu—dari sekian banyak—asumsi tentang terpilihnya Donald Trump menjadi presiden adalah karena banyak generasi muda Amerika Serikat yang memilih golput. Padahal arek-arek ini adalah batu penarung terbesar Trump. Mereka punya personalitas yang cenderung lebih alergi dengan tabiat dan janji-janji Trump, tapi sayangnya mereka ternyata juga tidak mau mendukung kompetitornya. Durian runtuh untuk Trump dan tim suksesnya tahu itu.

Di pemilu 2014 kemarin pun situasinya sebelas-duabelas. Sebagai orang Jogja, kuliah sosial politik di UGM, dan mesra dengan dunia seni-budaya, latar belakang saya adalah tipikal pemilih Jokowi. Jika saya golput, secara tidak langsung saya memberikan suara pada Prabowo. Lalu saya memilih siapa kemarin? Rahasia, kepo banget lu kayak registrasi SIM Card.

Oh, tapi sebenarnya artikel ini bukan bermaksud mengecam mereka yang golput-minded atau menjadi imbauan anti-golput yang naif. Bukan, bukan. Golput adalah sebuah hak dan silakan sesilakannya asal kamu tahu konsekuensinya. Golput tidak mentah-mentah sama dengan apatis dan putus asa, tapi bisa jadi manifestasi sikap politik tertentu. Lagipula apakah gelaran pemilu benar-benar mewakili cita-cita demokrasi? Ah, justru keraguan ini adalah contoh  dari sebuah kesadaran politik, dan itulah yang utama dan krusial sesungguhnya.

Kesadaran politik yang saya maksud adalah penguasaan wawasan, ketajaman analitis, dan pengendalian emosi. Tujuannya untuk menuntunmu secara rasional menentukan keberpihakan dalam konflik kekuasaan dan cara bijak untuk mengartikulasikannya.

Ini mengembalikan amatan kita pada kategori ketiga dari penggolongan anak muda di paragraf lalu, yakni “Tidak tahu tapi merasa tahu.” Sialnya, ini diperuncing dengan fakta bahwa generasi millennial memang punya watak yang lebih vokal dan doyan berekspresi di dunia maya. Mulai mengumbar isu  yang teramat personal (dan tidak ada yang perlu peduli) sampai yang (sadar atau tidak) merugikan orang banyak.

Dalam dinamika politik modern, tak ada peranti yang punya daya penetrasi dan dampak melebihi media massa. Efektivitas dan efisiensinya semakin di depan. Di zaman orde baru, cukup menunggangi TVRI dan stasiun televisi lain untuk memenangkan segalanya. Kini, media sosial adalah medan tempur yang sesungguhnya. Ring tinju politik yang hakiki. Dan anak muda adalah yang paling banyak berdenyut di dalamnya.

Masalahnya, para muda-mudi millenial ini hanya menguasai mediumnya tapi tidak dengan wacana yang dihidupi olehnya. Kita hafal di luar kepala teknik mengedit foto, tapi gagap terhadap apa buntut dari editan foto yang bergulir menjadi kampanye hitam. Begitu rentan anak muda dijadikan pion atau boneka perebutan kekuasaan, serta enteng dikontrol dan digiring untuk membenci atau mendukung sesuatu. Kerbau saja sudah bosan dicocok hidungnya. Kita kehilangan kepekaan skeptis, kritis, dan rasional yang ditutup oleh kepercayaan buta. Bahkan, kadang fanatisme ditanam dalam-dalam sehingga kita gencar membagikan atau bersuara hanya untuk menegaskan identitas kita. Menjatuhkan A agar kita terlihat sebagai B, atau menjatuhkan B agar semua teman-teman sekelas tahu kita adalah A. Fitnah hilir mudik laksana lagu “Akad”.

Kita adalah aktor secara literal. Tampil terdepan, tapi sejatinya hanya bergerak di bawah kehendak sutradara. Seperti kata Soe Hok Gie “Pemuda kita itu umumnya hanya mempunyai kecakapan untuk menjadi serdadu, yaitu berbaris menerima perintah menyerang, menyerbu, dan berjibaku dan tidak pernah diajar memimpin” Waduh, pedas, Bang.

Saatnya mengembalikan anak muda sebagai subjek, bukan lagi-lagi objek

kritis sejak dini via arsipindonesia.com

Ada sebuah teori gampang-gampang susah, namanya Teori Kemungkinan Elaborasi. Ini adalah teori yang mencoba menganalisis kemungkinan seseorang untuk terbujuk oleh pesan. Ada dua rute untuk pengolahan informasi, yakni rute sentral dan periferal. Elaborasi atau berpikir secara kritis terjadi pada rute sentral, sementara ketiadaan berpikir secara kritis terjadi pada rute periferal. Seseorang yang  mengolah informasi lewat rute sentral akan memikirkannya secara aktif dan merespons dengan berhati-hati. Sementara seseorang yang mengolah informasi lewat rute periferal akan menerimanya mentah-mentah dan asal-asalan.

Nah, kemampuan kritis yang diterapkan pada setiap informasi bergantung pada faktor motivasi yang sedikitnya terdiri dari tiga hal. Pertama, keterlibatan atau relevansi dengan topik. Kedua, jumlah perbedaan pendapat (semakin beragam pendapat akan membuat kita lebih hati-hati menerima informasi). Ketiga, kecenderungan pribadi terhadap cara berpikir kritis.

Syahdan, algoritma media sosial yang terkutuk itu membuat sentimen linimasa kita cenderung seragam, sehingga kita jarang melihat perbedaan pendapat. Seakan-akan yang ramai di linimasa kita selalu adalah kebenaran. Padahal kalau kamu anti-Indomaret, ya memang linimasamu akan ditebari status-status dari pendukung Alfamart. Begitu juga sebaliknya. Pandangan kita terhadap dunia cenderung bias dan sesat.

Karena itu kita perlu lebih melibatkan diri dengan topik. Pendidikan politik dan khazanah pengetahuan sejarah perlu dikejar supaya kita memahami relasi-relasi sosial yang ada di masyarakat. Tidak harus hafal nama menteri atau anggota DPR yang korupsi (terlalu banyak juga, mubazir ingatanmu). Yang utama adalah kita mampu membaca situasi-situasi rasis, fasis, akar sebuah permasalahan sosial, dan siapa yang diuntungkan dan dirugikan dalam setiap kebijakan. Membuka diri terhadap ilmu politik membimbing kita untuk menemukan bahwa moral tidak selalu adalah solusi, nasionalisme tidak harus selalu harga mati, isu komunisme adalah kecemasan yang dibuat-buat, dan bahwa banyak isu-isu agama-etnis yang muasalnya tetap kembali pada perkara ekonomi atau rebutan tanah.

Menurut data Badan Pusat Statistik, demografi Indonesia akan melonjak pada rentang waktu 2020-2035 sekitar sebesar 305,6 juta jiwa dengan persentase angkatan kerja produktif dari generasi millenial mencapai 66,6 persen. Praktis, keberpihakan generasi millenial akan diperebutkan. Intrik-intrik akan merebak, termasuk isu-isu agama, etnis, dan nasionalisme. Sebuah pertaruhan apakah kamu nanti menjadi korban atau kaum mujur yang punya otoritas dalam menaruh sikap politisnya.

Saatnya kita berhenti menjadi objek yang selalu dipolitisir. Saatnya kita menjadi subjek. Menjadi barisan yang sadar untuk melakukan kontrol, pengawasan, dan koreksi-koreksi terhadap pemerintah. Kita harus punya sikap untuk mengatakan tidak dari apa yang diarahkan kepada kita. Sebuah upaya memerdekakan diri untuk lebih jernih  menentukan keberpihakan. Apalagi sekarang sedang musim adu domba.

Padahal politik bukan Tinder. Kita tidak cuma bisa swipe kiri atau kanan.

Makanya jangan menunggu harus jadi bapak-bapak sarungan ngopi sambil baca koran untuk punya minat dengan politik atau persoalan masyarakat. Toh politik tidak melulu berkaitan dengan birokrasi, pencitraan, dan suap menyuap. Pun menyukai politik tidak berarti harus selalu menjadi politisi. Kamu bisa menjadi tukang sablon yang sadar kelas sosial, pegawai Alexis merangkap aktivis HAM, hingga penulis yang suka lupa kalau pembaca Hipwee nggak suka politik.

Yah, tapi siapa tahu…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2yjsfnh
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica

6 Kriteria Istri Idaman Zaman Now, Nggak Lagi Sebatas Jago Masak dan Ngurus Anak

17.32 Add Comment

Zaman dulu, kriteria istri idaman sungguh sederhana. Jago masak dan menyukai anak-anak adalah dua kriteria utama. Jago masak berarti jago mengurus keluarga. Suka anak-anak berarti sudah siap jadi ibunya anak-anak. Pendidikan dan  lain-lain tak perlu dipikirkan. Asal dua itu sudah terpenuhi, seorang perempuan sudah layak menyandang predikat istri idaman dan siap dipersunting ke pelaminan.

Namun di zaman sekarang, peran perempuan sudah semakin luas; tak lagi terkucil di dapur, sumur, dan kasur. Perempuan punya kesempatan berkarier dan aktif di dunia luar sebesar para pria. Ternyata di zaman now yang serba digital ini, kriteria istri idaman pun ikutan berubah. Seperti apa kriteria istri idaman zaman now itu? Yuk disimak!

1. Seorang istri layaknya finance di perusahaan. Menghargai dan jago mengurus keuangan adalah keharusan

Jago menghitung budget bulanan via www.pexels.com

Menghargai uang itu sudah jelas kriteria utama. Bukannya apa-apa, nanti dalam berumah tangga kebutuhan kan semakin banyak. Tak jauh beda dengan perusahaan besar, roda keuangan pun harus diperhatikan dengan jeli. Jadi berapapun uang yang dimiliki, semua kebutuhan bisa terpenuhi. Bukan berarti istri idaman hanya dia yang sarjana ekonomi lho ya. Karena banyak skill yang harus dimiliki saat mengatur keuangan, salah satunya adalah membuat bujet bulanan dan ketahanan diri untuk tak belanja gila-gilaan meski sedang sale besar-besaran.

2. Cerdas dan berpengetahuan luas. Karena partner yang bisa diajak bertukar pikiran itu berkah luar biasa

bisa jadi lawan diskusi via www.pexels.com

Siapa sih yang tidak mau punya teman bertukar pikiran atas segala persoalan? Didengarkan saat berkeluh kesah memang membuat lega. Tapi punya rekan diskusi yang sepadan itu keberuntungan juga. Karena itu bagi generasi zaman now, istri idaman adalah perempuan-perempuan yang open minded, cerdas, dan berpengetahuan luas. Yang tak hanya iya-iya saja atas segalanya, melainkan bisa memberi saran, masukan, dan kritik atas segala hal yang dilakukan pasangan.

Jadi, apakah istri idaman adalah dia yang sekolahnya tinggi dan punya deretan gelar akademis di belakang nama? Tidak mesti juga. Pendidikan sangat penting. Tapi pendidikan formal bukan satu-satunya cara untuk membuka wawasan. Yang penting sih keinginan untuk terus belajar dan haus akan pengetahuan.

3. Cowok akan lebih tenang hatinya, bila bersama cewek yang tak suka cari perhatian berlebihan

Aktif dan punya kegiatan sendiri via www.pexels.com

“Yang, aku mention kamu di IG tuh. Balas dooong…”
“Beb, kamu kok nggak balas
chatku sejam yang lalu? Udah nggak sayang ya?
“Sayang, kamu nggak pernah telepon aku ke mana aja sih? Apa teleponan sama yang lain?”

Cewek manja memang terlihat cute. Terkadang membuat ego lelaki melambung tinggi juga karena merasa sangat dibutuhkan. Tapi kebanyakan pria mendamba cewek yang mandiri dan tidak caper berlebihan untuk dijadikan istri. Bukannya apa-apa, cowok juga punya banyak hal yang harus diurusi. Pasangan yang menuntut perhatian setiap jam, apalagi ngambek karena mentionnya di media sosial belum ditanggapi, tentu akan sangat memusingkan. Justru cowok akan lebih tertarik pada cewek yang aktif dan punya banyak kegiatan karena terkesan mandiri dan misterius, penuh tantangan. Hehe

4. Berjiwa bebas tidak sama dengan liar. Bersama istri yang kreatif dan spontan, mengarungi rumah tangga pun selalu seru dan tak terduga

Spontan dan kreatif via www.pexels.com

Secocok apapun saat pacaran, setelah menikah perhitungannya berbeda. Jenuh, bosan, dan merasa kurang klik dengan pasangan itu hal biasa terjadi. Karena itu, memiliki pasangan yang kreatif dan antimainstream bisa jadi berkah tersendiri. Isi pikirannya yang spontan dan tak tertebak membuat hubungan jadi seru. Kualitas perempuan seperti ini  juga bisa memberikan inspirasi lho, seperti  NESCAFÉ Green Blend yang bisa membantu menumbuhkan rasa percaya diri setiap pagi hari.

5. Perempuan mandiri yang bisa sayangi diri sendiri. Kalau penampilan selalu oke, suami pun kecipratan senangnya

Aktif tapi tetap peduli disi sendiri via www.pexels.com

Sering dikatakan bahwa penampilan adalah penanda cinta yang dangkal. Padahal sejatinya cewek yang memperhatikan penampilan membuktikan banyak kualitas, bukan hanya soal pandai berdandan. Mereka berdandan dan diet ketat, bukan semata biar dibilang cantik, melainkan sebuah bentuk kasih sayang pada diri sendiri. Dengan penampilan yang selalu fresh dan terjaga ini, pastinya para suami akan senang juga ‘kan?

Karena itu, mereka strict dengan banyak hal, termasuk soal makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Misalnya memilih kopi  NESCAFÉ Green Blend untuk teman beraktifitas sehari-hari. Tak hanya rasanya yang oke banget, tapi juga proses pembuatannya yang sempurna. Kandungan biji kopi hijaunya yang bisa membantu membuat badan tetap langsing dan sehat, serta kulit yang senantiasa terjaga. Nggak cuma manfaat kandungannya lho, rasa kopi yang nikmat dari biji kopi yang diproses yang sempurna akan membangkitkan inspirasi dan rasa percaya diri. Cocok banget nih untuk jadi teman mengawali pagimu setiap hari~

teman mengawali pagi setiap hari

6. Tak selamanya pria selalu ingin mengayomi. Mereka juga butuh sosok dewasa yang bisa menenangkan saat kalut menghampiri

dewasa via www.pexels.com

Katanya cowok selalu kebelet mengayomi dan cewek selalu ingin diayomi. Tapi untuk menjalani rumah tangga dan sukses hingga hari tua nanti, peran istri dan suami tidak bisa saklek begitu. Ada kalanya suami dan istri harus berganti-ganti peran, sesuai kebutuhan. Suami tidak harus selalu tegar kuat bagai superhero yang tidak boleh kalut sedikitpun. Ada kalanya pria juga merasa pijakannya goyah dan pikirannya keruh. Karena itulah, banyak pria yang mendamba perempuan dewasa. Karena terkadang, mereka butuh sandaran juga.

Tapi tentunya kriteria istri idaman itu bukan ketentuan yang mutlak. Artinya masing-masing orang sering punya standar sendiri. Dan bagaimana pun juga, menjalankan roda rumah tangga adalah kerja sama berdua. Tentunya tak adil bila kita menuntut sosok yang sempurna, sementara kita tak berbenah apa-apa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya



from Hipwee http://ift.tt/2gRbLb4
Info Tentang Perawatan Rambut Klik Saja Green Angelica